Apa Bedanya Pasar Seychelles Di Afrika Dengan Indonesia?

13 December, 2017 By devan

Bertualang jauh ke negara kepulauan Seychelles di Benua Afrika, ayo kita lihat pasarnya. Isinya bisa menjadi kejutan untuk para traveler Indonesia.

Seychelles ada di lepas laut timur Afrika, sebelah Madagaskar. Seychelles merupakan negara tropis dekat garis khatulistiwa dan memiliki 115 pulau.

detikTravel menjelajah ibukota Victoria di Pulau Mahe, Sabtu (9/12/2017). Yang seru banget untuk dikunjungi di sini adalah pasar tradisionalnya Sir Selwyn Selwyn-Clarke Market. Agak unik ya namanya, ia adalah Gubernur Seychelles tahun 1947–1951.

Untuk ukuran Indonesia, pasar ini terbilang kecil. Tipikal pasar kecamatan saja. Tapi bagi negara dengan penduduk cuma 100 ribu orang, inilah pasar utama mereka. Para Seychellois, sebutan untuk orang Seychelles, berbelanja ke sini setiap hari kecuali Minggu.

Apa Bedanya Pasar Seychelles di Afrika dengan Indonesia?Foto: Para pedagang ikan (Fitraya/detikTravel)

Pasar ini dibangun di masa kolonial Inggris tahun 1840, lalu direnovasi tahun 1999. Bangunannya 2 lantai, tanpa dinding dan sekat, di tengahnya juga ada area terbuka.

Begitu masuk, yang saya temui adalah jejeran penjual ikan. Suara pedagang bersahut-sahutan dengan bahasa lokal. Wah, ternyata ikan yang dijual mirip dengan di Indonesia, ada kakap, tongkol, tenggiri atau bandeng.

Mereka juga punya ikan asin jambal lho, yang memang ikan asin dari potongan besar ikan. Mungkin karena sama-sama negara tropis ya. Tapi kalau ikan asin kecil-kecil atau teri, saya tidak melihatnya.

Di sebelah lainnya adalah penjual buah dan sayur mayur. Meski terpisah 5.600 km dari Indonesia, sayur dan buahnya sama juga lho. Ada mangga, wortel, kentang, cabe rawit. Sementara untuk rempah-rempah juga ada kunyit, pala, ketumbar. Tidak jauh beda dengan di Indonesia.

Apa Bedanya Pasar Seychelles di Afrika dengan Indonesia?Foto: Buah dan sayur mayur (Fitraya/detikTravel)

Yang agak beda buah labu, di sini bentuknya lebih kecil dan lonjong ke atas. Ada lagi buah coco plum, wujudnya antara jambu atau apel.

Soal harga tidak jauh beda dengan di Indonesia, dengan asumsi 1 Seychelles Rupee (SR) sama dengan Rp 1.000. Sekilo apel harganya 25 Rupee (Rp 25 ribu), sekilo wortel 15 Rupee (Rp 15 ribu). Seekor ikan asin jambal 35-40 Rupee (Rp 35-40 ribu).

Di bagian belakang ada penjualan suvenir untuk para wisatawan. Harga suvenir di Sir Selwyn Selwyn-Clarke Market sepantauan detikTravel adalah paling murah dibandingkan aneka toko suvenir. Ada gantungan kunci, magnet kulkas, kerajinan tangan dan lain-lain.

Apa Bedanya Pasar Seychelles di Afrika dengan Indonesia?Foto: Rempah-rempat khas Seychelles (Fitraya/detikTravel)

Dari lantai 1 saya naik ke lantai 2. Di sini ada jualan baju-baju bertema Seychelles yang juga bisa dibeli wisatawan. Di lantai 2 sebelah belakang ada kafetaria untuk wisatawan berwisata kuliner.

Sir Selwyn Selwyn-Clarke Market adalah tempat yang menarik untuk dikunjungi para traveler. Tidak hanya membeli suvenir atau menikmati wisata kuliner, banyak juga wisman belanja buah-buahan untuk bekal perjalanan.

Puas dari blusukan di Sir Selwyn Selwyn-Clarke Market, kita bisa melanjutkan perjalanan berkliling Victoria. Hiruk pikuk Ibukota Seychelles dengan nuansa Afrika timur ini, begitu eksotis untuk dinikmati seharian.


sumber: https://travel.detik.com/international-destination/d-3768432/apa-bedanya-pasar-seychelles-di-afrika-dengan-indonesia/komentar

#pasar afrika